Hari Raya Idul Adha segera tiba, hari tersebut menjadi momen kita untuk berbagi kepada sesama. Idul Adha yang jatuh setiap tanggal 10 Dzulhijjah itu juga dikenal sebagai hari raya kurban, yang memberi manfaat kepada orang banyak. Berkurban tak hanya bermakna sebagai membagi-bagikan daging kepada fakir miskin dan orang yang kurang mampu saja.
Kurban yang berarti dekat atau mendekatkan atau disebut juga Udhhiyah atau Dhahiyyah secara harfiah berarti hewan sembelihan. Sementara itu, ibadah kurban adalah salah satu ibadah pemeluk agama Islam, dengan melakukan penyembelihan hewan ternak untuk dipersembahkan kepada Allah
Pelaksanaan kurban saat hari raya Idul Adha ternyata menyimpan banyak manfaat yang luar biasa yang akan mendekatkan diri kita kepada-Nya.
Seperti dalam Surah Al-Hajj ayat 34: “Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan menyembelih kurban, supaya mereka menyebut nama Allah SWT terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah SWT kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh kepada Allah.”
Berikut 5 manfaat berkurban:
1. Mendekatkan diri kepada Allah SWT Kurban (qurban) berasal dari bahasa Arab yang berarti “Qariba”, yang bermakna dekat atau mendekatkan. Hal itu bisa diartikan menyemlih hewan untuk melaksanakan perintah Allah SWT sekaligus mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Hal tersebut tercantum dalam QS. Al Maidah ayat 27 yang berbunyi: “Sesungguhnya Allah SWT hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa.”
2. Sebagai ungkapan syukur rezeki tentu haruslah dibarengi dengan rasa syukur kepada Allah. Namun yang perlu diingat, di dalam rezeki yang kita dapatkan ada hak saudara kita yang kurang mampu. Maka dianjurkanlah berkurban bagi yang mampu sebagai ajang berbagi kepada sesama.
Dalam surah Al-Kautsar, kurban merupakan salah satu ekspresi syukur. Pada ayat kedua surah itu, berkurban disejajarkan dengan salat, sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah.
3. Sebagai penebus dosa Berkurban juga dapat dimaknai sebagai penebusan dosa. Hal tersebut disebutkan dalam salah satu hadis yang berbunyi sebagai berikut. “Hai Fatimah, berdirilah di sisi kurbanmu dan saksikanlah ia, sesungguhnya tetesan darahnya yang pertama itu adalah pengampunan bagimu atas dosa-dosamu yang telah lalu.” (HR. Al Bazaar dan Ibnu Hibban)
4. Menyucikan diri dan harta benda Berkurban juga jadi kesempatan kita untuk meyucikan diri dan harta benda yang telah kita raih. Berkurban seperti membilas segala rezeki yang kita dapatkan. Dengan keikhlasan dalam berkurban, kita akan mendapat keberkahan dan ridho-Nya atas segala sesuatu yang didapat.
5. Memberdayakan usaha ternak lokal Membeli hewan kurban kepada peternak lokal juga akan membantu perekonomian mereka. Contohnya jika Anda membeli hewan kurban kepada peternak mustahik yang ada di Cilegon, itu berarti Anda turut membantu pemberdayaan peternak mustahik agar mereka bisa berkembang dan sejahtera.
Kami mengajak seluruh dermawan yatim untuk turut melaksanakan ibadah idul adha bersama Yayasan Miraj Mulia, mari kita jadikan momen Hari Raya Idul Adha sebagai kesempatan untuk mempererat tali persaudaraan dan menyebarkan berkah kepada sesama Muslim di seluruh dunia.
kumpulan dokumentasi qurban Yayasan Miraj Mulia 1444H
Alhamdulillah ,program penyaluran paket bantuan hadiah ramadhan dari Yayasan Miraj Mulia untuk meringankan beban yatim dan dhuafa sebagai tanda kemenangan atas keberhasilan kita menunaikan ibadah puasa yang diselenggarakan di Aula Yayasan Miraj Mulia Jl. Cikaret ALfalah RT03/03 kelurahan harapan jaya Cibinong dapat terlaksana dengan lancar.
sebanyak total 255 paket bantuan yang disalurkan. ada 150 paket untuk dhuafa dan 100 paket untuk yatim, masing masing berisi Beras 3kg, mie, Gula, Teh, Kue Lebaran dan minyak.
dan tak lupa Yayasan Miraj Mulia mengadakan Santunan untuk adik adik binaan guna membantu mereka secara finansial demi cukupnya kebutuhan sehari hari mereka.
kebahagiaan terpancar dari mata dan senyuman indah mereka, yang mengartikan betapa bersyukur dan berartinya bantuan yang kita berikan bagi mereka.
Proses penyerahan sembako berjalan dengan indah dan penuh kebahagiaan, mereka menerima bantuan dengan antusias dan merasa di cintai oleh orang orang yang peduli, hal tersebut menjadi motivasi untuk pengurus dan donatur Yayasan Miraj Mulia untuk terus berbagi kebahagiaan bersama adik adik binaan, karna kita tak akan pernah tahu kapan kebahagiaan akan datang. Untuk itu, ketika kebahagiaan menghampiri, jangan lupa untuk berbagi terhadap sesama.
Banyak saudara kita diluar sana yang kurang beruntung untuk bisa merasakan kebahagiaan ini, padahal dibulan kemenangan ini, semua orang ingin merasakan kebahagiaan tersebut.
untuk itu yayasan miraj mulia akan selalu berkomitmen untuk tetap membuat program paket bantuan guna meringankan beban mereka yang membutuhkan dan membuat mereka tersenyum bahagia.
Kita ketahui bersama bahwa Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2024 terbitan Kementerian Agama, tahun ini Idul Fitri jatuh pada Rabu, 10 April 2024 dan Kamis, 11 April 2024. Dibulan ramadhan ini orang orang berlomba dalam kebaikan, salah satu kebaikan yang utama dalam ramadhan yaitu menyantuni anak anak yatim dan dhuafa. momen ini juga menjadi sarana untuk mempererat tali silahturahmi antar sesama, dan juga anak yatim memiliki kedudukan yang istimewa dalam pandangan agama Islam. Oleh karena itu, kita sebagai muslim dianjurkan untuk berbuat baik terhadap anak yatim, sebagaimana dijelaskan dalam beberapa hadits tentang menyayangi anak yatim. Dari Sahl bin Sa’ad radhiallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya. (HR. al-Bukhari no. 4998 dan 5659) Hadits tentang menyayangi anak yatim tersebut memiliki makna bahwa orang yang memberikan santunan anak yatim di dunia akan menempati kedudukan yang tinggi di surga dekat dengan kedudukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Bersama dengan para dermawan Yatim, kami mengadakan beberapa kegiatan buka bersama dengan adik adik binaan, sambil menunggu buka puasa, kami bersama sama bertadarus guna mendapatkan pahala yang lebih karna Manfaat tadarus Alquran yang pertama mendapatkan pahala berlipat. Hal ini sebagaimana diriwayatkan dalam hadits Bukhari dan Muslim bahwa setiap kebaikan nilainya sama dengan 70 kali lipat, dan membuat waktu terasa cepat hingga tak terasa sudah mau adzan maghrib
Berbagai macam undangan dan Santunan bersama menghiasi kegembiraan adik adik binaan dalam menjalankan ibadah puasa, melakukan banyak hal yang menambah ilmu dan wawasan sembari menunggu waktu buka, merupakan hal yang tak terlupakan bagi mereka yang merasakan haus dan lapar dalam menjalankan ibadah puasa, seperti mengadakan kuis, tebak tebakan, kultum dan banyak lagi.
setelah semua itu berlalu, maka tiba lah waktu untuk buka bersama dengan adik adik binaan
tak lupa setelah buka bersama, kita melaksanakan sholat maghrib berjamaah.
foto bersama panitia dan tokoh masyarakat diwilayah harapan jaya
Peristiwa Isra dan Miraj merupakan mukjizat Nabi Muhammad SAW berupa perjalanan ke langit ketujuh yang terjadi dalam satu malam. Perjalanan ini ditandai sebagai tonggak penting dalam kalender Islam. Peristiwa Mi’raj ini yang nantinya memunculkan adanya perintah sholat wajib 5 waktu bagi umat Islam.
Artinya: “Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
simbolis santunan oleh Babinsa Harapan Jaya bapak Sertu Sunardi
Isra dan Mi’raj secara sederhana dibagi ke dalam dua peristiwa, yakni Isra dan Mi’raj. Isra dimaknai dengan perjalanan malam hari yang dilaksanakan oleh Rasulullah SAW dari Ka’bah (Makkah) menuju Baitul Maqdis (Yerusalam/Madinah). Sementara, Mi’raj dimaknai dengan kenaikan, di mana Allah SWT mengangkat Nabi Muhammad SAW dari Baitul Maqdis melewati langit ke-7 menuju Sidratul Muntaha.
santunan simbolis oleh Lurah Harapan Jaya Bapak R. Ika Sudarmika, Se
Memperingati Isra Mi’raj yang diperingati setiap tanggal 27 Rajab Hijriah atau jatuh pada 8 Ferbuari 2024, Dr. H.Zainal M. Kasim,SH (UST. ABI ZAIN KASIM) membahas tentang essensi dari peristiwa isra miraj tersebut. beliau mengatakan bahwa
Kajian oleh Ust. Abi Zain
Tujuan utama Isra Miraj adalah untuk menjemput perintah shalat fardhu. Selain itu, Isra Miraj juga dimaksudkan oleh Allah SWT agar Nabi Muhammad SAW bisa melihat tanda-tanda kebesaran-Nya di alam raya ini.
Tujuan yang tidak kalah pentingnya, Allah SWT ingin menghibur Nabi Muhammad yang saat itu sedang berduka. Beliau ditinggal dua sosok yang paling dicintainya yakni Khadijah dan Abu Thalib.
Khadijah adalah istri tercinta yang setia menemani beliau menghadapi masa-masa sulit selama 25 tahun. Sedangkan Abu Thalib adalah paman yang selalu melindungi dan membelanya sejak usia 8 tahun.
Adapun hikmah dari peristiwa Isra Miraj, yakni:
Wajib melaksanakan shalat lima waktu Menumbuhkan dan meningkatkan keimanan kita terhadap kekuasaan Allah SWT yang Maha berkehendak. Membuat kita semakin mengamati bahwa Nabi Muhammad adalah utusan yang membawa perintah Allah SWT. Meyakini bahwa setiap kesulitan pasti akan nada kemudahan dari Allah SWT, dimana setiap cobaan tersebut juga dapat meningkatkan keimanan kita atas kuasa Allah SWT. Kita juga dapat mengetahui apabila kita melanggar perintah Allah maka Allah akan menghukum kita sesuai dengan apa yang kita lakukan. Kita juga dapat mengetahui tentang tanda-tanda kebesaran Allah SWT
Beliau juga memaknai peristiwa isra miraj dengan berbagi kebahagian dengan anak anak yatim dan dhuafa sebagaimana salah satu alasan terjadinya peristiwa tersebut untuk menghibur Rasulullah dari kesedihannya, dengan bersedekah dapat memberikan kebahagiaan kepada mereka yang membutuhkan, karna sebaik baik manusia adalah mereka yang paling bermanfaat untuk orang lain.
Untuk itu Lembaga sosial yayasan miraj mulia mengadakan kegiatan santunan akbar memperingati peristiwa isra miraj dengan berbagi paket santunan dan sembako Terimakasih atas segala perhatian dan kepedulian kita semua semoga berkah selalu dilimpahkan untuk kita semua aamiin Terimakasih
Kesehatan adalah salah satu hal terpenting dalam hidup manusia. Tanpa kesehatan yang baik, manusia tidak dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan optimal. Penting bagi setiap orang untuk menjaga dan memperhatikan kesehatannya dengan baik. Salah satu cara untuk menjaga kesehatan adalah dengan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Pemeriksaan Tensi Darah
Oleh karena itu Yayasan miraj mulia mengadakan cek Pemeriksaan kesehatan sekaligus penyuluhan dalam rangka memperingati sumpah pemuda yang ke 95 rutin. Sebagai bahan dan motivasi untuk generasi muda agar menjadi generasi yang peduli akan kesehatan dan dapat menjadi generasi yang unggul, karna dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Biasanya pemeriksaan ini meliputi pemeriksaan fisik, tes laboratorium, serta wawancara dengan dokter. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi adanya penyakit atau gangguan kesehatan yang mungkin tidak diketahui sebelumnya. Dengan begitu, kondisi kesehatan dapat diperbaiki sejak dini sebelum kondisi semakin parah.
Ada banyak kondisi kesehatan yang dapat dideteksi melalui pemeriksaan kesehatan rutin. Beberapa contoh diantaranya adalah tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, dan Asam urat. Deteksi dini penyakit ini sangat penting karena dapat membantu menyelamatkan hidup kita. Semakin cepat penyakit dideteksi, semakin besar kemungkinan penyakit dapat disembuhkan.
Cek Kesehatan oleh Bapak Sofian Hadijaya, Amd. Kep
Pemeriksaan kesehatan juga dapat membantu kita dalam memantau kesehatan secara berkala. Dengan begitu, kita dapat mengetahui kondisi kesehatan seiring waktu dan dapat lebih banyak memperhatikan kesehatan. Dalam jangka panjang, hal ini dapat membantu kita menjaga kesehatan dan menurunkan risiko terkena penyakit.
Selain itu, pemeriksaan kesehatan juga dapat membantu menjaga produktivitas kita dalam bekerja atau beraktivitas. Kondisi kesehatan yang buruk dapat membuatkita merasa lelah, lesu, dan sangat sulit untuk berkonsentrasi. Oleh karena itu, dengan menjaga kesehatan kita melalui pemeriksaan kesehatan rutin, kita dapat memastikan bahwa kita dapat bekerja dan berkativitas dengan lebih efektif.
Pemeriksaan kesehatan juga dapat membantu kita dalam merencanakan kehidupan. Dengan mengetahui kondisi kesehatan, kita dapat membuat rencana kehidupan yang lebih baik. Misalnya, jika kita memiliki riwayat penyakit diabetes, kita dapat memiliki pandangan yang lebih jelas tentang bagaimana gaya hidup yang sehat dapat membantu mengendalikan kondisi itu. Hal ini dapat membantu kita dalam membuat keputusan yang lebih baik tentang kesehatan dan kehidupan kita.
Tidak hanya itu, pemeriksaan kesehatan juga dapat membantu kita menghindari biaya pengobatan yang lebih besar. Jika kita mengabaikan kesehatan kita dan tidak melakukan pemeriksaan kesehatan , kita mungkin dapat terkena penyakit yang lebih serius di masa depan. Penyakit yang lebih serius dapat memerlukan perawatan yang lebih kompleks dan mahal yang dapat mengguncang keuangan dan keluarga kita.
Dalam kesimpulannya, pemeriksaan kesehatan sangatlah penting untuk kesehatan kita. Dengan melakukan pemeriksaan kesehatan ini , kita dapat mendeteksi adanya penyakit atau gangguan kesehatan yang mungkin tidak diketahui sebelumnya. Kondisi kesehatan kita dapat diperbaiki sejak dini sebelum kondisi semakin parah. Dalam jangka panjang, hal ini dapat membantu kita menjaga kesehatan kita dan menurunkan risiko terkena penyakit. Jadi, jangan abaikan kesehatan kita. Lakukanlah pemeriksaan kesehatan untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup kita
Civitas Yayasan Miraj Mulia bertempat di Jl. Harapan Jaya, Pada Hari Minggu (01/10/2023) Pukul 09:00 WIB, Memperingati dan Memeriahkan Maulid Nabi SAW 1445 Hijriah dengan penuh semangat dan kegembiraan.
Dengan tema maulid nabi tahun ini yaitu “Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW Sebagai Landasan Meraih Prestasi dan Menjadi Generasi Muda Islami”
Acara tersebut juga diisi dengan serangkaian penampilan dari adik adik binaan yayasan miraj mulia, yang dibuka dengan pembacaan Ayat Suci Alquran oleh ananda Aulia, dan diikuti oleh beberapa penampilan seperti Seni drama, Angklung, Tari piring, dan Hadroh
Seni Drama Seni AngklungSeni Tari Piring dari Sumatra Baratseni Hadroh
Sementara itu, ust H. Qopal Syaihudin (Penceramah) menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya dijadikan momentum untuk saling bersilahturrahmi dan mempelajari budi pekerti dan perilaku Rasulullah dengan penuh ketakwaan.
setelah apa yang disampaikan oleh ust. Qopal, acara selanjutnya yaitu pembagian cenderamata dan Santunan kepada Adik adik binaan yayasan Oleh tokoh masyarakat dan donatur Yayasan Miraj Mulia yang turut hadir dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
Pembina Yayasan (Bp Parichin S.pd.I) Kepada Lurah Harapan Jaya (Bp. R.Ika Sudarmika SE)Pengawas Yayasan (Bp Moh Nur faqih S.pd.i) kepada Donatur Yayasan (Ibu Endang Pratiwi)Pemberian Santunan kepada adik adik Yatim
dan yang terakhir yaitu sebuah kata kata testimoni dari Lurah Harapan Jaya untuk yayasan miraj mulia sebagai wujud rasa terima kasih beliau kepada yayasan atas partisipasinya untuk masyarakat yang kurang lebih beliau sampaikan bahwa “Selama ini bukan hanya persiapan hari ini saja memang kami dari Kelurahan sudah sangat bekerja sama dengan Yayasan Miraj Mulia karena apa? kebetulan yayasan miraj mulia ini pro aktif kepada kami dengan berbagai macam program yang memang sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, jadi kehadirannya ini bagi saya selaku kepala kelurahan itu sangat membantu saya dari kegiatan sosialnya jadi saya sangat bangga dengan yayasan miraj mulia, semoga kedepannya saya sangat berharap ada peningkatan kerjasama ada peningkatan komunikasi koordinasi dan nanti juga akan saya bantu untuk memberikan hak hak kepada mereka yang berhak mendapatkannya dan saya berharap mudah-mudahan dari yayasan miraj mulia ini semakin banyak yang peduli dari donatur donaturnya yang demawan dan insha Allah saya akan ikut berpartisipasi didalamnya juga”
Terimakasih kepada semua pihak yang terlibat, semoga dengan adanya setiap program yang dijalankan oleh yayasan miraj mulia dapat selalu berguna dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat sekitar. aamin ya rabbal alamiin.
Isra Mi’raj adalah dua perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dalam waktu satu malam. Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam. Sebab, pada peristiwa ini Nabi Muhammad SAW mendapat perintah untuk menunaikan Shalat lima waktu sehari semalam.
Isra Mi’raj terjadi pada periode akhir kenabian di Makkah, sebelum Rasulullah SAW hijrah ke Madinah. Menurut al-Maududi dan mayoritas ulama, Isra Mi’raj terjadi pada tahun pertama sebelum hijrah, yaitu antara tahun 620-621 M. Menurut al-Allamah al-Manshurfuri, Isra Mi’raj terjadi pada malam 27 Rajab tahun ke-10 kenabian.
Isra’ Mi’raj merupakan perjalanan suci, dan bukan sekadar perjalanan “wisata” biasa bagi Rasul. Peristiwa ini menjadi perjalanan bersejarah sekaligus titik balik dari kebangkitan dakwah Rasulullah SAW.
Jika perjalanan hijrah dari Mekah ke Madinah pada 662 M menjadi permulaan dari sejarah kaum Muslimin, atau perjalanan Haji Wada yang menandai penguasaan kaum Muslimin atas kota suci Mekah, maka Isra Mi’raj menjadi puncak perjalanan seorang hamba (al-abd) menuju sang pencipta (al-Khalik). Isra Mi’raj adalah perjalanan menuju kesempurnaan ruhani (insan kamil). Sehingga, perjalanan ini menurut para sufi, adalah perjalanan meninggalkan bumi yang rendah menuju langit yang tinggi.
Peristiwa Isra Mi’raj terbagi dalam dua peristiwa yang berbeda. Dalam Isra, Nabi Muhammad SAW “diberangkatkan” oleh Allah SWT dari Masjidil Haram hingga Masjidil Aqsa. Lalu dalam Mi’raj Nabi Muhammad SAW dinaikkan ke langit sampai ke Sidratul Muntaha yang merupakan tempat tertinggi. Di sini, Nabi mendapat perintah langsung dari Allah SWT untuk menunaikan Shalat lima waktu.
Sebagai Peringatan atas peristiwa penting ini, Lembaga Kesejahteraan Sosial Miraj Mulia Mengadakan sebuah acara Isra Miraj ditengah tengah masyarakat untuk membantu sekitar sekaligus mengingatkan Kembali tentang betapa pentingnya peristiwa ini dalam sejarah Islam, dengan Mengutip ayat Al Quran Surat An nisa : 9, yang artinya “Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar”
Oleh karena itu, Miraj Mulia Mengambil sebuah tema dengan judul “ Dengan Meneladani Sifat Rasulullah SAW kita wujudkan generasi yang Berakhlaqul Karimah dan taat beribadah kepada Allah SWT” Dan dengan Terselenggarakannya acara Isra Miraj ini, Kami berharap dapat menjadi motivasi bagi generasi Muda agar tumbuh menjadi generasi yang kuat, sehat, kreatif, berakhlakul Karimah serta selalu taat beribadah kepada Allah SWT.
Foto bersama pengurus Yayasan dengan aparat lingkungan Harapan JayaSambutan Lurah Harapan Jaya Bapak Raden Ika Sudarmika, S.ESambutan BABINSA Harapan Jaya Bapak Sertu SunardiSambutan Pengawas Yayasan Miraj Mulia Adv. Samidi, SH.MHPenampilan nari dari Adik adik Yatama BinaanPenampilan Teater Drama Pengembala biri biri oleh binaan YatamaTausyah Isra Miraj Oleh Ust H.Saihudin Qopal
Tamu undangan dari sesepuh dan tokoh masyarakat wilayah Harapan Jaya, khusu mendengarkan tausyah
Pemberian Santunan oleh perwakilan donatur yayasan Miraj Mulia (Ibu Endang)
Pemberian Cindera Mata kepada Bapak Mustatir sebagai penghargaan dari Yayasan Miraj Mulia yang selalu mendukung kegiatan kegiatan Yayasan
Simbolis Pemberian Santunan dan Paket sembako kepada Yatama Binaan
Sholat Berjamaah dengan Adik adik binaan di Yayasan Miraj Mulia
Bulan Rajab diyakini sebagai bulan yang sakral dan penuh keistimewaan. Rajab adalah satu dari 4 bulan haram yang dimuliakan Allah SWT. Pada bulan Rajab dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan amalan baik. Bulan Rajab yang mendekati bulan Ramadan juga menjadi bulan untuk mempersiapkan bulan suci Ramadan. Selain penuh keberkahan, bulan Rajab juga dikenal sebagai bulan terjadinya peristiwa penting dalam Islam. Di bulan ini, Rasulullah untuk pertama kalinya mendapat perintah untuk menegakkan salat 5 waktu. Lalu pada kesempatan ini, insyaallah akan sedikit kami kupas mengenai kemuliaan dan keistimewaan bulan Rajab.
AMALAN SUNAH DIBULAN RAJAB Bulan Rajab bisa menjadi momen terbaik untuk mempersiapkan diri kita dalam menyambut bulan Ramadhan, karena hanya berjarak sekitar dua bulan sebelum Ramadhan. Namun, tidak terdapat riwayat shahih yang bisa dijadikan dasar tentang keutamaan bulan Rajab, baik puasa sebulan penuh atau puasa di tanggal tertentu di bulan Rajab maupun melaksanakan shalat tahajud di malam-malam tertentu. Mayoritas ulama menjelaskan bahwa hadits yang menyebutkan amalan di bulan Rajab adalah hadits bathil dan tertolak (Imam Abu Ismail Al Harawi dalam Tabyinul Ujub bimaa warada fii Fadli Rajab). Imam Ibnu Rajab menegaskan bahwa tidak ada satupun hadits shahih dari Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang keutamaan puasa bulan Rajab secara khusus. Hanya terdapat riwayat dari Abu Qilabah, bahwa beliau mengatakan: “Di surga terdapat istana untuk orang yang rajin berpuasa di bulan Rajab.” Namun perlu kita ingat, riwayat bukanlah suatu hadits. Imam Al Baihaqi mengomentari keterangan Abu Qilabah: “Abu Qilabah termasuk Tabi’in senior, beliau tidak menyampaikan riwayat itu selain hanya kabar tanpa sanad.” (Lathaiful Ma’arif, hal. 213) Terkait masalah shalat tertentu di bulan Rajab, Imam Ibnu Rajab mengatakan: “Tidak terdapat dalil yang shahih, yang menyebutkan adanya anjuran shalat tertentu di bulan Rajab. Adapun hadis yang menyebutkan keutamaan shalat Raghaib di malam Jum’at pertama bulan Rajab adalah hadis dusta, bathil, dan tidak shahih. Shalat Raghaib adalah bid’ah menurut mayoritas ulama.” (Lathaiful Ma’arif, hal. 213). Lantas apa saja amalan yang bisa diamalkan di bulan-bulan haram seperti bulan Rajab? Berikut ini beberapa hal yang perlu menjadi perhatian kita terkait dengan amalan yang dilakukan di bulan Rajab.
BALASAN BERLIPAT UNTUK AMAL SALEH DAN DOA Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhuma mengatakan bahwa Allah menjadikan mereka bulan-bulan yang suci dan kesuciannya begitu diagungkan, dan menjadikan dosa di dalamnya juga besar, sebagaimana pula Dia menjadikan amal saleh dan balasannya lebih besar[1]. Allah Ta’ala berfirman,
”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. At Taubah: 36)
Seperti yang dinyatakan dalam Al-Qur’an Surat At-Taubah ayat di atas, pada bulan haram, umat Islam dilarang menganiaya diri sendiri. Maksudnya janganlah kamu menganiaya dirimu dengan mengerjakan perbuatan yang dilarang atau melakukan maksiat pada bulan itu karena dosanya lebih besar. Termasuk menganiaya diri adalah melanggar kehormatan bulan itu dengan mengadakan peperangan.
PUASA SUNNAH BULAN RAJAB Jika seseorang melaksanakan puasa di bulan Rajab dengan niat puasa sunnah di bulan-bulan haram maka ini dibolehkan, bahkan dianjurkan. Diriwayatkan bahwa beberapa ulama salaf berpuasa di semua bulan haram, di antaranya adalah Ibnu Umar, Hasan Al Bashri, dan Abu Ishaq As Subai’i.
Mengingat sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad, Abu Daud, Al Baihaqi dan yang lainnya, bahwa suatu ketika datang seseorang dari suku Al Bahili menghadap Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dia meminta diajari berpuasa. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menasehatkan: “Puasalah sehari tiap bulan.” Orang ini mengatakan: “Saya masih kuat, tambahkanlah!” “Dua hari setiap bulan”. Orang ini mengatakan: “Saya masih kuat, tambahkanlah!” “Tiga hari setiap bulan.” orang ini tetap meminta untuk ditambahi. Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Puasalah di bulan haram dan berbukalah (setelah selesai bulan haram).”
MENGKHUSUSKAN UMRAH DI BULAN RAJAB Diriwayatkan bahwa Ibnu Umar pernah mengatakan, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan umrah di bulan Rajab. Kemudian ucapan beliau ini diingkari Aisyah dan beliau diam saja. (HR. Al Bukhari & Muslim).
Umar bin Khatab dan beberapa sahabat lainnya menganjurkan umrah di bulan Rajab. Ibnu Sirin menyatakan bahwa para sahabat melakukan umrah di bulan Rajab karena rangkaian haji dan umrah yang paling bagus adalah melaksanakan haji dalam satu perjalanan sendiri dan melaksanakan umrah dalam satu perjalanan yang lain, selain di bulan haji. (Al Bida’ Al Hauliyah, hal 119)
Dari penjelasan Ibnu Rajab menunjukkan bahwa melakukan umrah di bulan Rajab hukumnya dianjurkan. Beliau berdalil dengan anjuran Umar bin Khatab untuk melakukan umrah di bulan Rajab dan dipraktikkan oleh A’isyah dan Ibnu Umar. Diriwayatkan Al Baihaqi, dari Sa’id bin Al Musayib, bahwa A’isyah Radhiallahu ‘anha melakukan umrah di akhir bulan Dzulhijjah, berangkat dari Juhfah, beliau berumrah bulan Rajab berangkat dari Madinah, dan beliau memulai Madinah, namun beliau mulai mengikrarkan ihramnya dari Dzul Hulaifah. (HR. Al Baihaqi dengan sanad hasan)
Namun, ada sebagian ulama yang menganggap umrah di bulan Rajab tidak dianjurkan karena tidak ada dalil khusus terkait umrah bulan Rajab. Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu Syaikh mengatakan, bahwa para ulama mengingkari sikap mengkhususkan bulan Rajab untuk memperbanyak melaksanakan umrah. (Majmu’ Fatawa Syaikh Muhammad bin Ibrahim, 6/131)
BULAN TERCURAH BANYAK RAHMAT Rajab juga dikenal sebagai ‘Rajab al-Asabb’ atau ‘Rajab yang Melimpah’. Ini karena Allah mencurahkan banyak berkah dan nikmat-Nya di bulan ini, serta rahmat-Nya yang melimpah. Rajab juga dikenal sebagai Bulan Tawbah (pertobatan) dan Bulan Istighfar (memohon ampun).
BULAN MEMOHON AMPUN Para ulama mengatakan bahwa Rajab adalah bulan untuk memohon ampun, Sya’ban adalah bulan untuk mendoakan Nabi Muhammad SAW, dan Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an. Di bulan Rajab, Allah membebaskan manusia dari neraka setiap jamnya. Rajab adalah bulan yang sangat baik untuk bertobat. Sebesar apapun dosa yang dilakukan jika bertaubat dengan ikhlas, maka insya Allah tobat akan diterima.
Demikian pembahasan mengenai amalan di bulan Rajab dan beberapa amalan yang tidak dianjurkan dilakukan di bulan Rajab. Semoga Allah Ta’ala senantiasa memberikan hidayah kepada kita dan menuntun kita ke jalan kebenaran agar tidak keliru dalam melaksanakan amalan kebaikan
Bimbel Siang di Yayasan Miraj MuliaTahfidz bersama di Yayasan Miraj Mulia