Yayasan Mi’raj Mulia kembali mengirimkan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana. Kali ini, 13 Februari 2021, bantuan yang terhimpun dari donatur telah disalurkan kepada warga korban banjir di RT. 003 RW.001, Dusun Jejerukan, Rancahilir, Pamanukan, Subang, Jawa Barat.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; “Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat.
[HR. Muslim]
Semoga dengan kita memberikan bantuan kepada warga terdampak bencana, Allah memberikan pertolongan untuk kita, dimudahkan segala urusan kita baik urusan di dunia maupun di akhirat kelak. Aamiin.
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” [Al-Hasyr (59) : 18]
Sebagaimana dalam hadits yang diriwatkan Syadad bin Aus, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda;
“Orang yang cerdas (sukses) adalah orang yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri, serta beramal untuk kehidupan sesudah kematiannya. Sedangkan orang yang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah SWT.”
Sahabat Umar bin Khattab r.a. pernah mengatakan;
“Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab, itu akan memudahkan hisab kalian kelak. Timbanglah amal kalian sebelum ditimbang kelak. Ingatlah keadaan yang genting pada hari kiamat”
Kali ini disampaikan juga oleh Wakil Presiden kepada seluruh warga Negara RI;
“Tafakur untuk berintrospeksi atas kekurangan dan kelemahan diri. Bersyukur atas keberhasilan yang diraih dan atas keselamatan diri, keluarga, dan bangsa. Dan berdoa untuk memohon petunjuk serta lindungan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, agar harapan dan rencana langkah ke depan dapat memberikan hasil, manfaat dan maslahat yang lebih baik lagi dari sebelumnya,” pesan Bapak KH. Ma’ruf Amin, Wakil Presiden RI, Kamis 31 Des 2020.
Pada hari ini, 31 Desember 2020 M., Yayasan Mi’raj Mulia mengadakan kegiatan Sinergi Do’a menutup tahun 2020 Masehi untuk bersama-sama bermuhasabah dan mempersiapkan diri menuju kehidupan yang lebih baik, utamanya saat ini kita berada dalam masa Adaptasi Kebiasaan Baru.
Semoga yang kita kerjakan di dunia ini selalu mendapat karunia, sehingga kita dapat istiqomah di jalan yang di ridhoi oleh Allah SWT., Aamiin, aamiin, yaa Rabbal ‘Aalamiin.
“Sungguh telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” [QS. Al-Ahzab (33): 21]
Kita dipertemukan kembali dengan bulan Rabiul Awal, yakni bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Sebagai seorang muslim selain memperingati hari kelahirannya kita juga harus meneladani akhlaknya dan kemudian mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Rasa cinta kepada nabi sudah sepatutnya dimiliki oleh setiap muslim. Seiring dengan peringatan hari kelahiran nabi yang jatuh beberapa saat yang lalu, kita seharusnya merenungkan sebagai seorang yang mengaku mencintai nabi, apa saja yang telah kita lakukan sebagai bukti kecintaan kita nabi.
Dalam mewujudkan rasa cinta kepada nabi, tentunya kita harus melihat apakah yang kita kerjakan itu menambah kecintaan kita kepadanya atau malah menjauhkan diri dari syari’at yang diajarkannya.
Berikut adalah beberapa cara mengekspresikan cinta kepada nabi SAW. : Pertama, Memperbanyak shalawat dalam setiap keadaan. Bershalawat merupakan salah satu cara mengekspresikan rasa cinta kita kepada nabi saw. yang sangat mudah untuk dikerjakan, bahkan setiap saat kita bisa melakukannya. Shalawat sendiri memiliki keutamaan yakni meningkatkan cinta kita kepada nabi SAW., melancarkan rezeki, melapangkan hati dan keutamaan lainnya.
Allah SWT. berfirman : “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” [QS. Al-Ahzab (33): 56].
Kedua, Membiasakan melaksanakan sunnah nabi SAW. setiap hari. Mengamalkan sunnah nabi merupakan salah satu cara untuk mengekspresikan kecintaan terhadap nabi saw. kita bisa mulai dari mendawamkan shalat sunnah tahajjud, dhuha, tilawah, puasa sunnah, sedekah dan lain sebagainya.
Mengamalkan sunnah nabi SAW. tentunya tidak akan merugikan diri kita, bahkan sebaliknya banyak keutamaan yang kita dapat dari mengamalkan sunnah nabi, salah satu contohnya yakni ketika kita melaksanakan shalat tahajjud, kita megetahui bahwa waktu tahajjud adalah waktu yang paling mustajab untuk memanjatkan do’a. Selain itu mengamalkan sunnah nabi juga dapat menjaga kesehatan kita, baik kesehatan mental maupun kesehatan badan.
Ketiga, Mendakwahkan ajarannya kepada seluruh umat manusia. Dakwah atau menyeru orang lain menuju kebenaran merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Dalam berdakwah tentunya kita tidak harus menunggu sempurna terlebih dahulu, sebab dengan berdakwah pada hakikatnya akan membawa kita pada kesempurnaan.
Rasulullah SAW. menyerukan kepada umatnya, “Sampaikanlah dariku walaupun hanya satu ayat”, tentunya hal tersebut menunjukan bahwa tugas mendakwahkan ajaran nabi adalah tugas seluruh umat muslim disamping kewajibannya untuk terus belajar dan memperbaiki diri guna menjadi muslim yang kaffah.
Keempat, Menceritakan sirah atau perjalanan kehidupan nabi. Menceritakan sirah atau perjalanan dakwah nabi SAW. akan menumbuhkan rasa cinta kita kepadanya. Selain itu, belajar sirah dan menceritakannya kepada orang lain akan menjadikan kita lebih mengenal nabi SAW., Sehingga dengan mengenal beliau kita akan mengambil hikmah dan pelajaran yang kemudian dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Sahabat, didalam diri nabi terdapat akhlak yang mulia serta budi pekerti yang luhur. Kita bisa mengambil banyak pelajaran darinya. Sebagai manusia yang paling sempurna akhlaknya beliau adalah satu-satunya figur manusia yang pantas dijadikan idola bagi kita semua.
Sahabat, semoga kita bisa mengamalkan keempat hal diatas sebagai wujud ekspresi rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW., semoga juga dengan mengamalkan keempat hal diatas dan juga memperingati hari lahir beliau, menjadikan akhlak kita lebih baik, menumbuhkan cinta terhadapnya dan semakin mendekatkan kita dengan Allah SWT. Aamiin.
Dokumentasi kegiatan Maulid Nabi SAW., yayasan Mi’raj Mulia;
Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.
[QS. Al-Baqarah (2) : 177]
Memperingati Tahun Baru 1442 H di Masa Pandemi
Dalam Islam, “Anak Yatim” memiliki posisi yang sangat istimewa. Bahkan, Islam menjajikan posisi yang sangat mulia bagi siapa saja mereka yang menyayangi anak-anak yatim. Banyak Ayat dan Hadits yang menegaskan begitu berartinya posisi anak yatim, sehingga sudah seyogyanya umat islam memberikan perhatian khusus kepada anak-anak yatim.
Memberikan perhatian atau menyantuni anak yatim merupakan salah satu perwujudan dari rasa kemanusiaan yang wajib dimiliki oleh seorang muslim. Bahkan, Nabi Muhammad SAW. mengatakan bagi mereka yang mau menanggung anak yatim kelak akan berada dekat bersamanya di surga.
Semoga segala upaya kita di dunia ini mendapat karunia dan ridho dari Allah untuk berdekatan dengan Rasulullah SAW. di surga kelak.
Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.
[QS. Al-Hajj (22) : 37]
Maha Suci Allah, di dalam masa pandemi #COVID-19 yang melanda dunia sekarang ini, Allah selalu memberikan kita nikmat sehat, iman, dan taqwa.
Bukan semata-mata darah dan daging yang akan sampai ke hadapan Allah, akan tetapi wujud nyata dari kecintaan kita terhadap Allah dan juga kepedulian terhadap sesama.
Kami dari pengurus Yayasan Mi’raj Mulia, menyampaikan terimakasih yang tulus kepada seluruh pihak, utamanya para sahabat donatur dermawan yang selalu memberikan support dan peran aktifnya dalam membahagiakan anak-anak yatim binaan Mi’raj Mulia.
Semoga dengan ketulusan hati kita membahagiakan mereka, kita akan selalu diberikan ridho dan karunia oleh Allah dengan sifat Rohman dan Rohim Nya, selalu meneguhkan keimanan dan ketaqwaan kita, sehinga akan disibukkan untuk selalu berusaha menjadi manusia bermanfaat bagi sesama, dan meninggalkan segala yang tidak bermanfaat di dunia ini.
Dengan adanya rasa syukur kita atas apa yang Allah berikan untuk kita, akan kita aplikasikan dalam bersosial dan bermasyarakat, utamanya dalam memperhatikan mereka anak-anak yatim dhu’afa’ binaan Mi’raj Mulia dalam realita kehidupan kita.
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.
[QS. Al- Baqarah (2) : 183 ]
Bersyukur kita masih diselamatkan oleh Allah SWT., dari bencana wabah yang melanda dunia saat ini.
Semoga dengan adanya kesempatan berupa kesehatan kita dapat memperbanyak amalan di bulan Ramadhan ini semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah, sehingga tercapai predikat taqwa untuk kita semua, Aamiin…
Tidak ada sesuatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Dan taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul. Jika kamu berpaling maka sesungguhnya kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan (amanah Allah) dengan terang. (Dialah) Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Dan hendaklah orang-orang mukmin bertawakal kepada Allah.
[At-Taghabun (64) : 11, 12, 13]
Update virus corona #COVID19, di Indonesia per 28 Maret 2020 tercatat mencapai 1.046 kasus positif Covid-19 yang tersebar di 28 provinsi. Dikutip dari Covid19.go.id, dari 1.046 kasus tersebut, terdapat 87 kasus meninggal dan 46 pasien berhasil sembuh. Sehingga kini ada 913 orang yang dalam perawatan. Dari data tersebut sudah selayaknya kita semua turut prihatin atas apa yang terjadi di dunia ini khususnya di Negara Indonesia kita tercinta. Dengan adanya bencana virus yang melanda dunia saat ini dapat kita jadikan acuan dan memperkuat keimanan kita, bahwa begitu mudah Allah mengatur keadaan yang ada di muka bumi ini.
Dari kejadian tersebut juga sekaligus sebagai peringatan keras bagi umat manusia yang ada di muka bumi ini, agar berdisiplin dalam hal apapun dan tetap peduli lingkungan utamanya dalam hal menjaga kesehatan.
Beruntung bagi kita yang masih diberikan kesehatan dan diselamatkan dari wabah tersebut hingga saat ini. Mari kita bersama-sama mensyukuri atas nikmat yang telah Allah anugerahkan kepada kita semua, utamanya untuk mensyukuri keselamatan dan kesehatan kita semua.
Mengikuti pernyataan dari Presiden Republik Indonesia, Bapak Ir. Joko Widodo, bahwa di Indonesia tidak mengambil kebijakan #lockdown, mengingat karakter dan budaya di Indonesia yang memang kental rasa persaudaraan.
“Ada yang bertanya kepada saya, kenapa kebijakan lockdown tidak kita lakukan? perlu saya sampaikan, bahwa setiap negara memiliki karakter yang berbeda-beda, memiliki budaya yang berbeda-beda.” keterangan Bapak Jokowi dalam rapat terbatas lewat Video Conference, Selasa (24/03/2020).
Sebagai wujud mensyukuri nikmat Allah SWT. untuk kita semua, Yayasan Mi’raj Mulia memperingati Isra’ Mi’raj 1441 H. dengan rangkaian kegiatan Bakti Sosial untuk menyampaikan amanah dari para donatur berupa paket sanitasi keluarga dan sembako berikut santunan untuk anak yatim dhu’afa’ dengan sistem door to door / menghampiri kediaman anak-anak yatim & dhu’afa’ binaan.
Semoga dengan adanya upaya kita mensyukuri ni’mat selamat dan sehat ini, kita semua khususnya para donatur yang selalu mendukung kegiatan di Yayasan Mi’raj Mulia, selalu ditambah ni’matnya oleh Allah dengan diberikan keluasan rizqi yang berkah, utamanya keselamatan yang berkelanjutan dan diberikan kesehatan yang prima.
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.